MELANGITKAN RINDU DALAM DIAM
Penantian ini bukanlah hal yang mudah bagiku.
Betapa diri ini seringkali didera rindu pada sosok yang bahkan belum pernah terbayangkan rupa dan fisiknya. Terkadang rindu itu membuncah, menjelma tangisan dalam hening, diikuti jemari yang menengadah ke langit,,,,berharap Sang Khaliq membasuh rasa rindu yang tak bertuan ini.
Namun demikian, ya Rabb, aku percaya bahwa penantian ini bukanlah bentuk penolakan, bukan pula tanda bahwa Engkau mengabaikanku. Penantian ini adalah wujud cinta-Mu kepadaku. Aku mungkin tidak akan pernah tahu pasti "kenapa" penantian ini terasa begitu panjang, namun dalam masa tunggu ini, Engkau menjawab tentang "apa" hikmah yang harus kupelajari.
Dan untukmu yang telah tertakdirkan untukku...
Engkau yang namanya telah tertulis rapi di kitab yang digenggam Sang Maha Cinta, di tempat terbaik-Nya - Lauhul Mahfudz.
Aku senantiasa melangitkan doa-doa baik untukmu.
Aku berdoa agar Sang Khaliq menjagamu dengan sebaik-baik penjagaan, sebagaimana Dia menjagaku hingga hari ini. Aku berdoa agar Dia meneguhkan imanmu, membiarkanmu mencecap manisnya takwa, hingga kau merasa gentar bahkan untuk sekecil apa pun maksiat kepada-Nya.
Aku berdoa agar segala hajat dan urusanmu dipermudah.
Aku berdoa agar ikhtiarmu dalam menjemput "Ibadah Indah" bersamaku dilapangkan jalannya, diridhai-Nya, dan senantiasa disertai keberkahan. Aku berharap kau sampai kepadaku dalam keadaan terbaik dan dalam balutan ridha-Nya. Semoga segala keraguanmu untuk melangkah segera diluruhkan oleh Sang Maha Bijaksana.
Aku memahami setiap perjuanganmu. Tidak mudah bagimu, karena kau begitu mengerti besarnya tanggung jawab yang kelak akan kau emban. Namun, izinkan aku membisikkan satu hal:
"Kelak, kita memiliki Allah yang membersamai setiap langkah kita. Perjalanannya mungkin tidak akan selalu mudah, tapi kita bisa bersama-sama menengadahkan tangan, memohon pertolongan kepada-Nya. Karena Allah-lah sebaik-baiknya penolong."
Semoga jalanmu menuju diriku tak menemui hambatan maupun ketersesatan.
Allahu yubaarik...
Sampai jumpa di waktu dan tempat terbaik menurut-Nya. Saat janji suci itu disaksikan dan didoakan oleh seluruh penduduk 'Arsy.
Dariku, yang menantimu.
Comments
Post a Comment